Tingkah laku disiplin adalah perbuatan yang dilakukan karena mengikuti suatu komitmen. Disiplin bisa berhubungan dengan waktu, tempat, aturan, anggaran dan sebagainya. Disiplin bisa berhubungan dengan kejujuran, bisa juga tidak. Seorang penjahat professional biasanya sangat disiplin terhadap agenda kriminal yang dibuatnya. Tetapi baik kejujuran maupun kedisiplinan bisa dibentuk melalui pembiasaan.
Kejujuran juga diwariskan oleh genetika orang tuanya, oleh karena itu setiap orang tua harus menyadari bahwa ketidak jujuran orang tua, terutama ketika anak sedang dalam kandungan, secara psikologis dapat menitis pada anaknya. Disini gagasan pra natalia education atau pendidikan sebelum anak lahi menjadi sangat relevan. Tradisi masyarakat menyangkut ritual orang hamil seperti, ketika sang isteri sedang hamil, suami tidak boleh menyembelih hewan, tidak boleh menyumbat sarang binatang, kemudian tradisi ngupati (hamil empat bulan) dan mitoni (hamil tujuh bulan) dan selanjutnya azan dan akikah ketika anak baru lahir semuanya merupakan simbol harapan orang tua terhadap anaknya untuk tidak berperilaku sadis, mengganggu orang lain, suka memberi orang lain pendeknya agar sang anak kelak memiliki akhlak yang mulia. Selanjutnya keharmonisan orang tua di dalam rumah akan sangat berpengaruh dalam membentuk watak dan kepribadian anak pada umur-umur perkembangannya. Ketika anak-anak masih kecil pantang orang tua berbohong kepada anaknya, karena kebohongan yang dirasakan oleh anak akan menimbulkan kegelisahan serta merusak tatanan psikologi anak.
Pada anak usia kelas IV SD hingga SMP kejujuran seyogyanya dibiasakan sejalan dengan kedisiplinan hidup, disiplin belajar, disiplin bekerja membantu orang tua di rumah, disiplin keuangan dan disiplin agenda harian kanak dan remaja. Pada usia SLA kejujuran dan kedisiplinan yang ditanamkan sudah harus disertai alasan yang rational, baik dalam kehidupan di dalam rumah, di sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Sistem punishment & reward sudah bisa diterapkan secara masuk akal. Pada usia mahasiswa kejujuran dan kedisiplinan dibiasakan melalui pemberian kepercayaan dalam berbagai tanggungjawab. Kepada mereka, yang ditekankan adalah komitmen dan substansi, sementara teknik dan prosedur mungkin sudah harus diserahkan kepada seni dan kreatifitas mereka. Pada orang dewasa yang sudah kerja, kejujuran dan kedisiplinan justeru diterapkan melalui pelaksanaan sistem dimana peluang untuk berbuat tidak jujur dipersempit dengan sistem pengawasan yang transparan. Betapapun orang jujur dapat berubah menjadi tidak jujur manakala peluang untuk tidak jujur dan tidak disiplin terbuka tanpa pengawasan.



















